Ular Jali

  • oleh

Ptyas korros atau yang lebih sering disebut ular jali merupakan salah satu jenis ular yang tidak berbisa. Meski tidak berbisa, ular yang juga disebutular kayu ini memiliki peran yang sangat penting di dalam ekosistem karena perannya sebagai pengendali populasi tikus.

Ini karena tikus adalah mangsa utamanya. Selain tikus, ular ini juga memangsa katak dan hewan vertebrata kecil lainnya.

Karena merupakan ular yang tidak berbisa, ular ini biasanya dibiarkan berkeliaran di sawah maupun area pertanian untuk memangsa tikus yang dianggap sebagai hama. Meski begitu, ular ini juga dapat ditemukan di tempat lain yang banyak makanan, bahkan di area perkotaan dan terkadang masuk ke rumah warga.

Salah satu ciri dari ular jali adalah matanya yang besar layaknya ular yang aktif pada malam hari. Meski begitu, ular ini justru aktif pada siang hari. Ular ini biasanya ditemukan merayap di tanah, tetapi juga dapat memanjat pohon.

Ular dewasa berwarna abu-abu,  perak, atau coklat-oranye dengan bagian bawah tubuhnya yang berwarna kuning berujung hitam. Sementara ular yang masih kecil memiliki corak bintik-bintik atau loreng-loreng di seluruh tubuhnya. Seiring dengan pertumbuhannya, corak tersebut akan memudar dan menghilang.

Ular ini dapat bertelur antara 4 sampai 12 butir yang kemudian akan menetas dalam waktu 36 sampai 38 hari.