Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Berkurangnya Ketersediaan Air Tanah

  • oleh

Air tanah adalah jenis air yang juga dikenal sebagai air bersih. Pasalnya, air bersih yang biasa digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari manusia (makan, minum, dan mencuci) berasal dari air tanah.

Air tanah berasal dari air hujan yang kemudian masuk melalui pori-pori serta lapisan demi lapisan tanah hingga berkumpul menjadi air tanah.

Faktor yang Dapat Mempengaruhi Berkurangnya Ketersediaan Air di Dalam Tanah

Hanya sebagian kecil dari air hujan yang dapat mengalami infiltrasi dan masuk ke dalam tanah. Pasalnya, kemampuan tanah dalam menyerap air dipengaruhi oleh berbagai faktor. Oleh karena itulah ketersediaan air tanah pun dapat berkurang.

  1. Jumlah Bahan Organik Tanah

Bahan organik merupakan salah satu bagian penting dari tanah. Bahan yang berasal dari sisa-sisa makhluk hidup ini telah mengalami proses penguraian hingga membentuk struktur yang halus dan menyerupai partikel atau butiran tanah. Namun, sifat bahan organik sangatlah berbeda dengan partikel tanah yang berasal dari pelapukan batuan.

Selain dapat menyediakan unsur hara untuk mencukupi kebutuhan tumbuhan, bahan organik tanah juga dapat menyerap banyak air. Oleh karena itulah banyaknya air hujan yang dapat mengalami infiltrasi dan masuk ke dalam tanah sangat dipengaruhi oleh bahan organik.

Semakin tinggi kandungan bahan organik di dalam tanah, semakin banyak pula air yang dapat diserap oleh tanah yang bersangkutan. Begitu pula sebaliknya.

  1. Kedalaman Lapisan Tanah

Selain dipengaruhi oleh kandungan bahan organik tanah, ketersediaan air tanah juga dipengaruhi oleh kedalaman lapisan tanah. Tanah berasal dari batuan yang mengalami pelapukan.

Layaknya kulit, tanah juga memiliki banyak lapisan. Lebih tepatnya ada empat lapisan, yaitu lapisan atas atau top soil, lapisan tengah, lapisan bawah, dan lapisan induk.

Lapisan induk merupakan lapisan tanah paling bawah, yaitu tempat di mana batuan induk yang belum lapuk berada. Sementara itu, lapisan tanah yang paling atas atau top soil adalah lapisan tanah yang paling subur dan kaya bahan organik. Setiap tanah memiliki lapisan dengan kedalaman atau ketebalan yang berbeda-beda.

Ketersediaan air tanah akan semakin banyak pada tanah-tanah yang lapisannya dalam. Begitu pula sebaiknya.

  1. Iklim dan Vegetasi

Iklim dan vegetasi juga mempengaruhi ketersediaan air tanah. Pasalnya, mampu atau tidaknya vegetasi untuk tumbuh dan berkembang dengan subur sangat ditentukan oleh iklim.

Sementara itu, vegetasi atau tumbuhan ikut berperan dalam menyumbang bahan organik pada tanah dengan daun-daun yang berguguran. Selain itu, aktivitas perakarannya juga ikut membantu membentuk pori-pori tanah.

Oleh karena itulah iklim dan keberadaanvegetasi sangat mempengaruhi ketersediaan air tanah di suatu wilayah.

  1. Senyawa Kimia

Di dalam tanah, ada banyak sekali senyawa kimia. Beberapa di antaranya dapat membantu menarik air untuk masuk ke dalam tanah. Contohnya adalah proses penarikan dan penyerapan air yang dilakukan oleh senyawa garam yang bercampur dengan senyawa pupuk.

Proses ini berlangsung secara osmosis yang kemudian akan membuat kandungan air di dalam tanah meningkat.

Setelah mengetahui tulislah faktor-faktor yang mempengaruhi berkurangnya ketersediaan air tanah, Anda pun dapat melakukan berbagai usaha untuk mempertahankan ketersediaan air tanah. Namun, Anda juga dapat menggunakan Tabung filter air ketika ketersediaan air tanah sudah semakin terbatas.

Tabung filter air berguna untuk membersihkan air mulai dari kotoran, sampai kuman dan zat berbahaya. Oleh karena itulah alat tersebut dapat meningkatkan kualitas air.